Kamis, 22 November 2012

PROPOSAL KERJASAMA USAHA TERNAK KELINCI ELHANA FARM



PROPOSAL USAHA TERNAK KELINCI
DAN PEMANFAATANYA UNTUK PERTANIAN
“ELHANA FARM”






KAMPUNG KEDUNGPANAS DESA KEDUNGHARJO
KECAMATAN MANTINGAN
KABUPATEN NGAWI
JAWA TIMUR

 ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PROPOSAL USAHA TERNAK KELINCI
DAN PEMANFAATANYA UNTUK PERTANIAN
“ELHANA FARM”


A.    LATAR BELAKANG

Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta,tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.

Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu beternak kelinci.

Mengapa memilih Kelinci karena akhir-akhir ini kebutuhan akan daging kelinci semakin hari semakin besar karena semakin menjamurnya lahan usaha yang memanfaatkan daging kelinci sebagai bahan utamanya diantaranya warung sate kelinci,warung tengkleng kelinci maupun restoran mewah yang menawarkan menu utama daging kelinci. Karena kelinci memiliki kualitas daging yang bagus yaitu rendah lemak dan kolesterol. Dan juga minat para penghobi kelinci akan kelinci hiaspun semakin meningkat.

Selain itu bertenak kelinci tidak membutuhkan modal yang cukup besar serta lahan beternak yang cukup luas. Pakan kelinci pun dapat dengan mudah memanfaatkan limbah hasil pertanian seperti bekatul,ampas tahu,serta beraneka ragam dedaunan hasil limbah pertanian seperti daun sayuran kubis,singkong,ubi jalar dan lainya.

Selain itu juga dalam beternak kelinci Pemeliharaan dan perawatannya mudah , penghasil daging berkualitas dengan kadar lemak rendah, serta kelinci merupakan ternak yang prolific, yaitu ternak yang mampu beranak banyak perkelahiran. Selain itu kotoran dan urine kelinci merupakan pupuk yang baik untuk pertanian.
Untuk memanfaatkan peluang ini maka kami akan mendirikan sebuah usaha beternak kelinci dengan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan yang kami beri nama.“ ELHANA FARM”

B.     PERUMUSAN MASALAH

Dalam program yang kami usulkan terdapat beberapa masalah yang perlu dirumuskan, antara lain sebagai berikut:
  1.   Bagaimana cara beternak kelinci ?
  2.   Bagaimana cara memanfaatkan kotoran dan urine kelinci sebagai pupuk pertanian ?
  3.   Bagaimana cara memasarkan hasil produk ternak kelinci ?

C.    TUJUAN PROGRAM

Tujuan dari usaha pemeliharaan kelinci ini adalah:
  1.   Dapat menciptakan lapangan usaha sendiri dan mengurangi penganguran
  2.   Dapat melakukan usaha pemeliharaan kelinci dengan baik dan memberikan manfaat yang besar.
  3.   Dapat memasarkan hasil produk ternak kelinci dengan baik.
  4.   Dapat menjaga kelangsungan usaha dan mengembangkannya


D.    GAMBARAN RENCANA USAHA

Proses usaha yang kami lakukan adalah menernakan kelinci. Dimana prosesnya antara lain:
  1.   Pembibitan meliputi Pemilihan bibit dan calon induk, Perawatan Bibit dan calon   induk, Sistem Pemuliabiakan, Reproduksi dan Perkawinan dan proses kelahiran.
  2.   Pemeliharaan meliputi Sanitasi dan Tindakan Preventif, Pengontrolan Penyakit Perawatan Ternak ,Pemberian Pakan dan Pemeliharaan Kandang
   3.   Pemanenan dan Pemasaran

E.     METODE PELAKSANAAN PROGRAM

Pada awal pelaksanaan kegiatan ini kita akan mengambangkan kelinci dengan tahap awal sejumlah 12 ekor kelinci dimana terdiri dari 10 ekor induk dan 2 ekor pejantan. Dalam pelaksanaan kegiatan usaha ini dilakukan langkah atau tahapan sebagai Berikut:

.       Penyiapan Sarana dan Perlengkapan
Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 90×75x65 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50×30x45 cm. Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
a.      Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
b.      Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran
c.      Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan

2.      Pembibitan
   a.    Pemilihan bibit dan calon induk
Pada pemilihan bibit dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik
. Secara spesifik harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak
  b.   Perawatan bibit dan calon induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.
  c.    Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan
   menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.
  d.   Reproduksi dan Perkawinan
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, diusahakan perkawinan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.
  e.    Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 5-10 ekor.

3      Pemeliharaan
  a.    Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.
  b.   Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.
  c.    Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.
  d.  Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
  e.  Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.

4.   Pemanenan dan Pemasaran
            Setelah kelinci yang dibesarkan dari anakan berumur sekitar 3 sampai 5 bulan maka kelinci siap untuk dipanen. Mengapa memilih setelah umur 4-5 bulan karena orientasi usaha ini adalah untuk kelinci pedaging jadi pada umur-umur tersebut kualitas daging kelinci paling bagus karena tidak terlalu mengandung lemak dan juga tidak alot sebab biasanya kelinci yang terlau tua memiliki daging alot.
Pemasaran yang mudah karena dapat mensuplay rumah makan dan penjualan kelinci hias hidup melalui internet serta jika memungkinkan dapat membuka warung sate kelinci atau panggang kelinci di Tempat keramaian yang ada di sekitar Mantingan.



5.        Tempat Produksi
Kegiatan ini dilakukan di kampung Kedungpanas, Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi yang mempunyai lahan masih relatif luas sebagai tempat peternakan kelinci. Letak geografis yang cocok untuk peternakan kelinci, mudah untuk mendapatkan sampah organik dari rumah makan dan pasar terdekat serta dari limbah pertanian.



F.     RINCIAN BIAYA DAN KEUNTUNGAN

Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 12 ekor induk:
    1. Biaya Variabel
      1. Bibit induk 10 ekor @ Rp. 100.000, = Rp. 1.000.000,- (Pejantan 2 ekor @ Rp. 100.000,- = Rp. 200.000,-
Masa optimal produksi kelinci 3 tahun sehingga afkir
      1. Kandang dan perlengkapan Rp. 1.500.000,- ( 12 plong kandang baterey bahan dari kayu, bambu dan kawat)
    1. Biaya Produksi
      1. Pakan berupa dedak, ampas tahu, rumput, dll Rp 1.200.000/tahun
      2. Obat Rp.600.000,-/th
Jumlah biaya produksi Rp.1.800.000
Jumlah total modal yang di butuhkan : Rp.4.500.000
    1. Pendapatan
      Kelahiran hidup/induk/tahun = 5 anakan x 10 indukan x 4
      kali = 200 ekor
      Penjualan:
      1. Anakan : 200 ekor x 15.000,- = Rp. 3.750.000,- (hitungan berdasarkan jumlah anak terkecil, kalo lebih dari lima bisa lebih besar pendapatannya)
      2. Kelinci potong 200 ekor x Rp  50.000,- = Rp. 10.000.000,-  (harga ini diperoleh setelah anakan sampai umur 5 bulan, harga vluktuatif)

G.    PENUTUP

Demikian proposal usaha ternak kelinci “ELHANA FARM” untuk di pelajari. Bisa bekerjasama dengan para investor sangat kami harapkan. Terimakasih.






Contact Person :
ELHANA FARM
Hp / Whatsapp : 087833220458
Blog :
http://elhanarabbit.blogspot.com/
Chat YM : elhana_farm@yahoo.com
Chat FB :
https://www.facebook.com/elhana.farm








0 komentar:

Poskan Komentar